25 September 2012

The Hunger Games (2012)

The Games Will Change Everyone. The World Will Be Watching. May the Odds be Ever in your Favor


Awalnya saya nggak ngeh dengan film ini yang katanya bakal menarik, besar dan akbar. Setelahnya saya tahu jika The Hunger Games merupakan adaptasi dari novel dengan judul yang sama yang populer di Amrik sono. Novelini adalah teenlit yang dibuat 3 seri (trilogi). Jika di novelnya dikatakan ceritanya hebat, what about the film ?

Saya sendiri belum pernah membaca novelnya, tetapi sang sutradara, Gary Ross, membuatnya lebih dari lumayan. Membosankan di awal namun lebih berisi di sisa filmnya. Ross rupanya lebih mengedepankan sisi emosional ketimbang aksi yang berdarah-darah seperti yang tertulis di kertas novel. Berawal dari terpilihnya Katniss Everdeen (Jennifer Lawrence) dan Peeta Mellark (Josh Hutcherson) sebagai tribute the Hunger Games, film dibawa ke Capitol, tempat permainan itu digelar. Tribute adalah perwakilan dari masing-masing distrik yang harus mengikuti permainan berdarah-darah itu melalui sebuah pemilihan.

Katniss dan Peeta mewakili distrik 12 tempat mereka tinggal. Sebelum mengikuti the Hunger Games, dua muda-mudi itu dilatih dan dibimbing oleh Haymitch Abernathy (Woody Harrelson). Jadilah mereka harus mengikuti permainan itu dan aturannya meski mereka enggan melakukannya. Rupanya pendekatan secara emosional yang dilakukan Ross lebih berfungsi daripada aksi yang berdarah-darah. dan pendekatan itu mampu melepas dahaga saat harus menunggu scene awal yang bertele-tele dan cukup membosankan.
Akting aktor dan aktris pendukungnya tidak buruk meski masih meninggalkan sedikit koreksi untuk ating Hutcherson yang kaku. Eksekusi Ross terhadap the Hunger Games cukup mujarab meski juga masih sedikit meninggalkan hole-hole dan spoiler di sana-sini. Itu bisa menjadi koreksi dan modal untuk membuat sekuelnya, Catching Fire.

No comments:

Post a Comment