Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts

07 December 2016

Headshot (2016)



Tak ada yang meragukan kualitas aksi bela diri dari seorang Iko Uwais. The Raid dan The Raid 2 sudah membuktikan kehebatannya. Tapi soal ia bermain drama, tunggu dulu. Suami Audy ini harus banyak belajar. Iko sudah belajar dari film-film yang pernah dibintanginya. Tetapi ia belum sempurna. Dan Headshot adalah tempat ia belajar selanjutnya.

Seorang pria (Iko Uwais) koma di sebuah rumah sakit di sebuah pulau kecil. Dua minggu lamanya ia dirawat dan ditunggui Ailin (Chelsea Islan), seorang dokter yang masih muda dan cantik. Ailin memberi nama pria yang tak dikenalnya itu Ishmael. Ishmael tiba-tiba sadar. Namun ia tak ingat siapa dirinya. Ia juga tak ingat kehidupannya dan apa yang telah ia lakukan sebelum ia koma. Saat Ailin hendak meninggalkan pulau kecil itu, ia diculik. Ailin diculik oleh Lee (Sunny Pang), seorang mafia penguasa pulau. Ishmael dengan segala kebingungannya mencoba mencari Ailin. Penculikan Ailin ternyata ada hubungannya dengan masa lalu Ishmael.

12 August 2016

3 Srikandi (2016)



Olah raga panahan memang tidak populer. Ibarat langit dan bumi, olah raga bermaterikan utama busur dan anak panah itu terpukul telak jika dibandingkan dengan sepak bola, olah raga paling populer di Indonesia. Namun siapa sangka jika panahan adalah olah raga yang pertama kali membuat nama Indonesia menjadi harum di mata dunia. Dibanding sepak bola yang lebih banyak kisruhnya, panahan justru menyumbang medali pertama kali bagi Indonesia di Olimpiade. Itu terjadi pada Olimpiade 1988 yang dihelat di Seoul, Korea Selatan.

Donald Pandiangan (Reza Rahadian) ngamuk begitu ia tahu jika Indonesia memboikot Olimpiade Moskow 1980. Pemboikotan dilakukan karena Uni Soviet secara tiba-tiba menginvasi Afghanistan. Pandi yang dijuluki Robin Hood nya Indonesia putus harapan dan menghilang. Tujuh tahun kemudian, Indonesia berencana mengirimkan atlet panahannya ke Olimpiade Seoul 1988. Udi Harsono (Doni Damara) sebagai kepala organisasi panahan Indonesia ingin Pandi menjadi pelatih.

08 May 2016

Ada Apa Dengan Cinta 2 (2016)


Berangkat dari nothing to lose, Ada Apa Dengan Cinta (AADC) justru memikat dan menyihir jutaan orang, khususnya kalangan muda. Mereka berbondong-bondong memenuhi gedung bioskop. Siapa sangka film remaja ini menjadi fenomenal dan bahkan dianggap telah membangkitkan gairah film nasional. Sebagian besar yang berada di dalamnya, yang sebelumnya bukan siapa-siapa, melejit menjadi seseorang yang terperhatikan. Bukan saja oleh publik, tetapi oleh produser dan juga sutradara lain. Itu adalah sejarah 14 tahun yang lalu.

'Tapi aku pasti akan kembali, dalam satu purnama, untuk mempertanyakan cintanya'. Penggalan puisi itu selalu mengingatkan Cinta (Dian Satrowardoyo) bahwa ia pernah memiliki Rangga (Nicholas Saputra). Jadi, ketika hubungan mereka putus sembilan tahun lalu, Cinta memendamnya dalam-dalam di satu kotak memori di tingkat lemarinya paling atas. Kini semuanya berjalan normal. Cinta telah bertunangan. Dan sebelum ia melangkah lebih jauh, Cinta ingin menghabiskan waktunya bersama genk SMA nya, Karmen (Adinia Wirasti), Milly (Sissy Prescillia), dan Maura (Titi Kamal). Mereka liburan ke Jogja. Sayang Alya (Ladya Cheryl) tak bisa ikut sebab suatu hal.

05 February 2016

Siti (2014)



Kapan anda terakhir kali merasa stuck, tercenung, dan tercengang saat nonton film yang di luar dugaan melebihi ekspektasi anda. Dan bagaimana sih perasaan anda saat tahu jika netra, rasa, dan hati ini telah 'kalah luar dalam'. Lalu perasaan membuncah apa yang hendak anda sampaikan setelah kekalahan itu terwujud nyata dan muncrat menjadi sebuah orgasme.

Siti (Sekar Sari) adalah seorang ibu muda (mahmud) yang tinggal di pesisir Pantai Parangtritis, Kulon Progo, Jogja. Di rumah berdinding anyaman bambu (gedek), Siti tinggal bersama suaminya, Bagus (Ibnu Widodo); mertuanya, Darmi (Titi Dibyo); dan anak semata wayangnya, Bagas (Bintang Timur Widodo). Suami Siti dulu adalah seorang nelayan, tapi kini lumpuh tak berdaya setelah mengalami kecelakaan saat melaut.

03 April 2014

The Raid 2 : Berandal (2014)

It's Not Over Yet

Jujur, saya sempat meremehkan The Raid. So, saya tak ada keinginan menontonnya di bioskop hingga suatu waktu di tahun 2012 ada yang ngajak nonton film tersebut. Dan wow, it's amazing, saya terkesima. Ini sih di atas rata-rata film Indonesia. Ketika mendengar jika The Raid bakal dijadikan trilogy, saya bersumpah akan sabar menanti dan so pasti wajib nonton di bioskop. 2 tahun 7 hari sudah terlewat dan The Raid 2 : Berandal sudah tersaji. Euforianya masih sama seperti 2 Tahun lalu. Harapan saya masih besar terhadap sekuel ini. Melihat trailer nya makin membuat asa itu melambung.

Dua Jam setelah menyerbu sebuah apartemen dan melumpuhkan Tama (Ray Sahetapy), Rama (Iko Uwais) dihadapkan pada Bunaran (Cok Simbara), seorang kepala unit khusus korupsi. Bunaran ingin Iko masuk ke dalam tim nya guna menjerat para polisi korup. Caranya, Rama harus undercover ke dunia mafia. Dunia permafiaan dihandle oleh dua nama besar, Bangun dan Goto asal Jepang. Untuk masuk, Rico harus mendekati Uco (Arifin Putra), anak Bangun yang kebetulan sedang di dalam penjara.

17 November 2013

Epic Java (2013)


Selain menghadirkan film-film yang ditujukan untuk menjadi komersial, para sineas film Indonesia masih mempunyai idealisme membuat film yang sesuai dengan ide mereka. Contohnya adalah 4 Remaja ini yang melakukannya berdasarkan kecintaan mereka pada alam. Terciptalah Epic Java, sebuah flm indie non naratif yang menyajikan keindahan alam Pulau Jawa sebagai sajian utama.

Karena non naratif, maka Epic Java tak mempunyai struktur bahasa lisan di dalamnya. Namun Epic Java masih memiliki alur yang disusun secara runut oleh Galih Mulya Negara. Satu-satunya bahasa di sini adalah bahasa verbal yang bisa dilihat namun tak bisa didengar di awal film. Ketiadaan bahasa digantikan oleh scoringnya yang menurut saya luar biasa. Digarap oleh Denny Novandi Ryan, scoring Epic Java berebutan dan bertubi-tubi masuk ke sanubari.

18 August 2013

The Act of Killing (2012)

A story of killers who win, and the society they build
Pada masa orde baru, komunis dengan simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) menjadi momok yang harus ditakuti. Pemerintahan Soeharto terus memaksa rakyatnya agar phobia terhadap hal-hal berbau komunis. Usaha itu awalnya dilakukan dengan membentuk koramil, kodim, korem hingga RT dan RW, dengan harapan mempersempit ruang gerak simpatisannya dan segera bisa terdeteksi jika ada yang mengarah ke situ.

Setelah dirasa sudah berjalan, mbah Harto mulai memberangus buku-buku berbau komunis dan mulai melakukan propaganda jika komunis itu racun. Salah satu caranya adalah memaksa rakyatnya menonton film propagandanya yakni 'Pengkhianatan G30S/PKI'. Film yang dibesut Arifin C Noer itu merupakan tontonan wajib setiap tanggal 30 September. Meski sudah diputar di satu-satunya televisi saat itu, TVRI, namun Smiling General masih memaksa para pelajar menontonnya di bioskop.

06 June 2013

Sang Kiai (2013)


Tebuireng 1942, berbondong-bondong calon santri mendaftar masuk ke pondok pesantren di wilayah Cukir tersebut. Salah satu orang tua calon santri memohon agar anaknya bisa masuk, namun dia juga mengaku bahwa dia tak punya apa-apa untuk disumbangkan ke pondok. Penerima santri sinis dan mengatakan, jika tak punya apa-apa untuk disumbangkan maka anaknya tak bisa masuk pondok. Seseorang tua dari belakang tiba-tiba muncul dan mengatakan bahwa tak perlu sumbangan atau apapun untuk masuk dan belajar di pondok pesantren Tebuireng.

Adegan awal itu memperlihatkan kebijaksanaan seorang KH Hasyim Asy'ari (Ikranagara), seorang ulama ternama pendiri Nahdlatul Ulama (NU). Adegan selanjutnya, KH Hasyim As'ari menjawab pertanyaan salah satu santrinya bahwa meski berstatus sebagai pemilik pesantren, namun ia tetap terjun bertani dan berdagang sendiri untuk mengetahui rasa dan beratnya mencari uang dan penghasilan. Suatu pengajaran akan bentuk empati. Dengan latar belakang punggung KH Hasyim Asy'ari, salah satu orang tua calon santri lantas berujar 'Hadratussyaikh'.

17 April 2013

Java Heat (2013)



Hollywood bercita rasa Jawa, Java Heat jawabannya. Meski dikatakan bersetting di Indonesia, tetapi praktis yang ditampilkan hanya Yogyakarta dan sekitarnya saja. Nuansa Jogja makin kental dengan kostum adat dan bertebarannya segala pernak-perniknya.

Seorang bule duduk di ruang interogasi. Jake Travers (Kellan Lutz) sesaat kemudian diinterogasi Letnan Hashim (Ario Bayu) seputar bom bunuh diri yang menewaskan Sultana Jawa (Atiqah Hasiholan). Dengan mimik muka tenang, Hashim akhirnya mempersilahkan (membebaskan) Jake keluar. Jake hanya saksi, bukan tersangka.

29 September 2012

The Raid : Redemption (2011)

1 Ruthless Crime Lord, 20 Elite Cops, 30 Floors of Hell
When there's nowhere left to run or hide... you fight or die.

Meski agak telat nonton ini film (itu juga ditraktir nonton, aslinya mau nungguin link donlotnya), tapi saya nggak kecewa. Berhubung saya suka dan senang film be rating Restircted (violence), maka saya bisa bilang film ini keren abiss. Karna ini film action, maka lupakanlah sisi ceritanya meski bagi saya cerita film ini cukup bagus (karna mempertemukan dua saudara yang bertolak belakang) sayangnya kurang diexplore. Untuk pengucapan dialog, semuanya dibawah rata-rata kecuali Ray Sahetapy. Untuk aksi laga, itu tak perlu dibantah. Koreografinya terbilang bagus meski masih di bawah film-film kungfu Mandarin. Menariknya, The Raid adalah film trilogi, masih ada dua film lagi yang akan dibuat. Saat ini tengah diproduksi film keduanya yakni Berandal. Masih belum paham kan siapa Reza yang disebut Tama, di 'Berandal' mungkin itu akan terjawab. Yang pasti aksi laga film 'Serbuan Maut' ini mengalahkan jalan ceritanya yang terlalu simple. Satu lagi, film ini sungguh sungguh mantap dan keren kecuali teman-teman di samping saya yang selalu ribut terus sepanjang film. Yah, itulah risiko ditraktir nonton.