25 September 2012

Silent House (2011)

Experience 88 minutes of real fear captured in real time

Remake dari La Casa Muda yang jika diterjemahkan ke bahasa Inggris artinya memanglah Silent House. Karena remake, maka 90 % idenya meniru mentah-mentah film aslinya termasuk dishoot real time itu. Dan karena remake pula, like or dislike kita harus membandingkan film ini dengan film aslinya.


Apakah Silent House yang dibuat ala Hollywood ini lebih bagus? I don’t think so. Bahkan saya boleh bilang kualitas Silent House ada di bawah film aslinya. Mengapa begitu? Saya melihatnya dari kata tertata dan tidak tertata. Di Silent House, semuanya tampak tertata begitu rapi. Ibarat makanan di atas meja makan, kita tinggal comot dan makan saja itu kue atau gorengan di atasnya. Padahal yang ditampilkan adalah sebuah rumah yang sudah lama tak ditinggali dan akan direnovasi sebelum bakal dijual. Di La Casa Muda, semuanya tampak alami, berantakan dan berdebu.

Mengutip dari sebuah situs review film yang mendapat bocoran dari si aktris utama, Elizabeth Olsen, film ini ternyata imitasi murahan. Tidak ada dishoot secara real time. Sang sutradara, Chris Kentis dan Laura Lau, telah melakukan edit terhadap cut adegan 12 menit yang lantas diedit dan dibuat seolah-olah dishoot secara real time. Sungguh disayangkan. Silent House hanya menawarkan kecemerlangan seorang Olsen yang aktingnya tak kalah dengan Florencia Colucci, aktris utama La Casa Muda.