02 August 2015

It Follows (2014)

It doesn't think. It doesn't feel. It doesn't give up

Masih ingat betul saat salah satu guru saya pernah berujar bahwa minum soft drink untuk pertama kalinya sangatlah terasa segar. Kedua kali masih segar, ketiga kali cukup segar, keempat kali mulai bosan, kelima kali bosan, dan keenam kali memuakkan, dan seterusnya. Mungkin itu pula yang mendasari kesuksesan The Babadook yang banyak orang bilang merupakan horor terbaik tahun lalu. Trus, yang mana soft drink di dalam horor dan apa hubungannya.

Samakan saja soft drink dengan jump scare. Dan anda akan menemukan bahwa minim sekali soft drink di The Babadook. Dan It Follows pun sukses mendapat kritik bagus karena level meter jump scarenya yang rendah. Tahu sendiri donk kalau horor main stream yang beredar saat ini adalah yang mengandalkan jump scare baik yang berkualitas maupun murahan. Horor indie ini sukses memuaskan dahaga pecinta horor sejak pertama kali ditayangkan di Cannes tahun lalu dan premiere di awal tahun 2015.

Jay Height (Maika Monroe) adalah seorang remaja kebanyakan, suka bertualang dan hang out. Suatu hari, ia bercinta dengan pacarnya, Hugh (Jake Weary). Namun selepas bercinta, Jai justru mendapat teror dari sesuatu yang berwujud seseorang yang hanya Jai yang dapat melihatnya. Makhluk itulah yang terus mengikuti Jai kemanapun. Bersama keempat temannya, Jai berusaha memusnahkan makhluk pengekor tersebut.

After sex, comes a thing
Opening It Follows sendiri sudah sangat meyakinkan. Kita hanya bisa menebak-nebak apa yang terjadi hingga jawabannya secara pelan-pelan mengalir seiring berjalannya pacing film. Pacing It Follows sendiri berjalan lambat. Tidak ada hentakan hebat di dalamnya. Tetapi ia perlahan-lahan mengalir dengan sangat meyakinkan. Sudah, jangan kuatkan degupan jantung kalian karena David Robert Mitchell tidak mengizinkan jump scare mendominasi di sini. Yang diperlukan justru penguatan visual. Amati saja detil visual yang ada. Bedakan antara mana yang penampakan dan mana yang bukan.

Saya pikir It Follows ini sederhana, seseorang yang diikuti hantu. Tapi Mitchell mengemasnya dengan eksekusi yang cukup meyakinkan. Eksekusi itu ditunjang dengan scoring dari Disasterpeace yang eerie. Sebenarnya It Follows sangat berpotensi untuk menjadi horor yang jump scare (baca mengagetkan) banget. Alih-alih menjadikan itu, Mitchell justru menjadikan It Follows sebagai horor psikologis. Mungkin karena itu pula banyak yang menyamakan pencapaian It Follows dengan The Babadook yang memang psikologis banget.

Tapi secara logis, Mitchell meletakkan banyak hole di sini. Hole itu sangat jelas terlihat dengan salah satunya meletakkan timing yang tidak tepat. Namun karena unsur psikologis itulah maka hole itu kurang lebih bisa dimaafkan. Tapi bagi saya, hole itu cukup menganggu. Penampilan divisi pelakon tidak mengecewakan. Meski tidak ada aktor dan aktris beken di sini, namun penampilan mereka memuaskan plus satu faktor tambahan bahwa sebagian dari mereka mempunyai wajah yang rupawan. Keberanian mereka untuk nude dan bahkan beradegan ranjang pun juga patut diacungi jempol. 

That Thing
It Follows, horor indie yang sederhana namun tidak murahan. Lebih keren dari horor lain yang berbujet jauh lebih besar. It Follows juga memberikan pengalaman menonton horor yang berbeda. Sebagai penikmat horor, sudah pasti anda akan menikmatinya. Oh ya, saya pikir ending menggantungnya itu memang disengaja oleh Mitchell. Saya pikir Mitchell nothing to lose aja. Sengaja membikin benak ini berkerut atau meluruskan kerut itu dengan sekuelnya.

6 comments:

  1. Berapa om nilainya? Koq gak dikasih?

    ReplyDelete
  2. iya, sorry nih, belom pake parameter penilaian. Tapi menurut saya, dari 1-10, nilainya 7,5 lah utk horor ini

    ReplyDelete
  3. Akir2 ini emg baxak horror independent bagus, selain it follows ama the babadook, ada a girl walks home alone at night juga bagus.

    ReplyDelete
  4. wah, thanks rekom film nya. Sist, ada blog film juga nggak, nanti saya blog roll in di sini

    ReplyDelete
  5. Sebenarnya genre horror indie itu emang "horror" yang beneran. Horror yang nakutin beneran (bukannya pamer jump-scare atau ngagetin aja)
    Suka deh sama review-nya!

    Anyway, boleh tukaran link?
    saya pasang Wisma Cinema di blogroll saya :)

    Sincerely,

    sinekdoks.com

    ReplyDelete
  6. Udah saya pasang di blogroll saya, bro. Salam kenal juga

    ReplyDelete