15 February 2013

Resident Evil : Retribution (2012)

Evil Goes Global
Hei, ketemu Alice lagi. Siapa Alice. Berikut penuturannya, my name is Alice. I worked for the Umbrella Corporation. The largest and most powerful commercial entity in the world. I was head of security at a secret high-tech facility called the Hive. A giant underground laboratory developing experimental, viral weaponry. There was an incident. A virus escaped. A lot of people died. The trouble was, they didn't stay dead ..........

Alice, Alice, Alice, Alice and Alice again. Salah satu prolog ciri khas Resident Evil. Apakah anda bosan dengan kata-kata Alice yang ditulis berulangkali. Well, saya juga. Sama membosankannya saat menonton franchise yang lama-lama memuakkan ini.

Masih berhubungan dengan prequelnya, Resident Evil : Afterlife, sekuel ke 5 serial game ini memperlihatkan Alice (Milla Jovovich) ditahan oleh super computer Red Queen setelah gagal melawan pasukan pimpinan Jill Valentine (Sienna Guillory). Jill sendiri beralih menjadi the villain setelah dicuci otak.

Alice dapat bebas dari kurungan setelah dibebaskan Ada Wong (Li Bing Bing). Bersamanya, Alice harus bertemu dengan 5 pasukan khusus yang ditugaskan menjemput Alice dan menghancurkan the hive. Berhasilkah mereka ?? Saya berharap tidak. Saya berharap mereka mati dan film selesai. Arrghhh, pengharapan saya tak kesampaian.


Ada Wong

Anda seharusnya tahu betapa menderitanya nonton franchise ke 5 Resident Evil ini. Nonton seri ke 4 aja bikin perut saya mulas, eh Paul WS Anderson malah menambah dosis racun pada seri ke 5 nya ini sehingga sukses membuat saya pingsan berkali-kali.

Itulah gambaran script film zombie yang tidak memberikan retribusi apapun ke otak saya. Saya hanya bisa menikmati cerita seri ke 1 (Resident Evil) dan 2 (Resident Evil : Apocalypse) saja. setelahnya, film ini jadi dangkal, sedangkal alur pelayaran Pelabuhan Tanjung Perak yang tak pernah dikeruk, sudah gitu masih ditanam kabel bawah tanah lagi sama Kodeco (lah, kok malah ngomongi pelabuhan).

Dengan cerita yang lemah dan selalu diulang-ulang pada setiap serinya, otomatis departemen script hanya ongkang-ongkang kaki saja. Oh, saya tahu kenapa scriptnya amburadul. Karena yang nulis adalah Anderson sendiri. Sepertinya Anderson lebih mementingkan berteriak action daripada memperbaiki dan menyeimbangkan scriptnya. Ha ha.

Yang sedikit sibuk mungkin adalah departemen tata rias dan efek. Tata rias yang ciamik tentu saja membuat seluruh wajah pemain benar-benar bersih, bahkan tak mengeluarkan kotor dan keringat sedikitpun meski sudah jumpalitan kesana kemari (payah tapi tetap sibuk). Hanya saja tata rias zombie tidak banyak karena zombie yang dimunculkan juga sedikit.


Jill Valentine

Soal efek, Resident Evil : Retribution penuh dengan itu, khususnya efek slow mo. Hanya saja di tangan Anderson, slow mo yang asyik itu menjadi (a)syok karena terus diulang begitu-begitu saja. Yang ada hanyalah kebosanan. Saya sampai bisa memperkirakan adegan mana aja yang dislow dan mana aja yang tidak.

Fight scene, so pasti itu tetap ada. Tetapi kadarnya sudah jauh berkurang (baca dangkal) daripada edisi-edisi sebelumnya. Dan adegan tarung itu kok semakin kaku saja. Lihat saja bak bik buk nya Alice dan Jill. Adegan pake senjata, abaikan saja, sepertinya banyak tokoh utama di film ini yang bullet proof.

Yang bikin mata saya masih terjaga nonton film ini adalah masih cantiknya si Milla, Sienna, Li Bing Bing, dan Michelle Rodriguez. Milla tetap cantik dengan sorotan matanya yang tajam. Sienna tetap seksi meski tak seseksi as a Jill Valentine in Resident Evil : Apocalypse. Li Bing Bing, ini yang baru dan langsung menyedot perhatian. Siapa yang sangka perempuan so smart and charming ini sudah berusia 40 tahun. Michelle, tetap seksi dan gahar.

Terdengar isu jika bakal ada Resident Evil 6 yang akan digarap pada 2014. Aduh, saya tak mau mendengar atau membayangkan kelanjutannya. Kalau bisa, jangan Anderson lagi yang ada di belakangnya, saya sudah trauma. Kalau jadi dibuat, tirulah sedikit franchise fast and the furious yang lebih bermutu dan berkualitas, meski sedikit.