![]() |
In 1985, her entire family was murdered. 30 years later, the truth emerges |
Memori terindah dalam benak seorang bocah biasanya adalah keriangan keluarga, apapun keluarga itu. Dan jika potensi keriangan itu berubah bentuk menjadi horor, maka itu adalah mimpi buruk yang sangat melekat di benak. Perlu usaha keras dari setiap diri pribadi untuk menghilangkannya. Berniat melupakannya? belum tentu usaha itu akan melenyapkan kenangan buruk tersebut. Berusaha mencari jalan keluar adalah jalan terbaik, apapun upaya tersebut. Berhasil atau tidak, setidaknya sudah mendapat pencerahan dari upaya tersebut.
Patty Day (Christina Hendricks) adalah single mother dari empat anak. Suaminya yang pemabuk dan suka main tangan pergi entah ke mana. Patty sangat pesimis dengan kehidupannya yang kekurangan uang. Dia juga frustrasi tentang laporan kenakalan anak sulungnya, Ben Day (Tye Sheridan). Ben pacaran dengan gadis bengal, Diondra (Chloe Grace Moretz) dan mulai suka dengan ritual pemujaan setan. Suatu malam, tiga anggota keluarga tersebut tewas mengenaskan, termasuk Patty. Yang tersisa hanyalah Ben dan si bungsu, Libby Day (Sterling Jerins). Ben menjadi tertuduh. Dia divonis bersalah telah melakukan pembantaian itu.